Tips Budidaya Bawang Merah Secara Sederhana yang Berlimpah

Hỏi đápTips Budidaya Bawang Merah Secara Sederhana yang Berlimpah
Newell Fraser asked 2 months ago

Bawang merah (Allium asclonicum) sebagai satu diantaranya komoditas hortikultura yang paling diperlukan oleh manusia. Kesuksesan yang dicapai dari budidaya bawang merah ini, sudah pasti ditempatkan pada bermacam permasalahan (dampak) di atas lapangan. Salah satunya trik budidaya, gempuran hama dan penyakit, kekurangan faktor micro, dan sebagainya yang sebabkan produksi turun.

Kendati kandungan paling besar yang dipunyai bawang merah ialah air, tapi ada elemen yang lain penting menjadi perhatian biar kita dapat hasilkan umbi bawang merah dengan produksi tinggi dan bermutu. Jumlah bawang merah berkaitan kuat sama ukuran serta jumlahnya umbi yang dibuat. Mutu bawang merah ditetapkan oleh wewangian yang tajam dan warna kulit umbinya. Kian besar serta banyak umbinya dengan wewangian yang tajam, karenanya makin tinggi juga nilai jualnya.

Tambahan bahan organik berwujud pupuk kandang, kompos atau bahan hijauan fresh yang lain bisa membenahi susunan tanah, tingkatkan agregasi, menaikkan daya menggenggam air dan membuat bertambah tanah dengan pelbagai jenis elemen hara hasil peruraian berbahan organik yang ditempatkan ke tanah (Hendrata et al, 2014).

Peristiwa

Tanaman bawang merah diperhitungkan asal dari Asia. Beberapa literatur mengatakan jika tanaman ini berawal dari Asia tengah, khususnya wilayah Palestina serta India, namun sejumlah kembali memprediksi kalau tanaman bawang merah asal dari Asia tenggara serta Mediterania. Sumber yang lain menerka asal mulanya bawang merah datang dari Negara Iran dan Pegunungan sisi utara Pakistan.

Tanaman bawang merah adalah tanaman yang paling tua dari sejarah budidaya tanaman oleh manusia. Soal ini diperlihatkan di masa I dan II Dynasti (3.200-2.700) SM, bangsa Mesir menggambarkan bawang merah di patung serta tugu-tugu mereka. Di Israel, tanaman bawang merah diketahui di tahun 1500 SM.

Warisan Yunani Kuno menegaskan, usia pembudidayaan bawang merah, diperkira 4000 tahun lalu. Di wilayah Eropa Barat, Eropa Timur serta Spanyol, tanaman ini diperbudidayakan kira-kira 1000 tahun lalu, lalu menebar ke Amerika khususnya Amerika Serikat. Dalam penyebaran sesudah itu, bawang merah ini berkembang sampai ke Timur jauh dan Asia Selatan. Di Jepang, budidaya bawang merah terlebih dikenali dalam akhir masa yang serupa saat bawang merah diketahui di Eropa barat. Di tahun 1975, Jepang menghasilkan bawang merah sejumlah 1 juta ton dari 30 ribu hektar, maka jadi produsen nomor dua di dunia buat bawang merah. Sementara itu beberapa negara yang lain tercantum selaku produsen bawang merah salah satunya Jepang, Amerika Serikat, Rumania, Italia dan Meksiko (https://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2333369-sejarah-dan-asal-muasal-bawang/#ixzz2zecm1diD).

Kekuatan, Kemungkinan serta Perkara

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Propinsi Bangka Belitung, bawang merah amat prospektif buat ditingkatkan walau susunan tanahnya berpasir. Dapat meniru kesuksesan peningkatan bawang merah, di Kabupaten Bantul, DIY yang menanam bawang merah di sejauh pesisir pantai selatan (https://sinarharapan.co/news/read/16363/bangka-barat-potensial-kembangkan-bawang-merah).

Menurut pangamatan di atas lapangan, banyak komoditas sayur yang ada Kepulauan Bangka Belitung disediakan dari Pulau Jawa serta seputarnya. Menyusutnya supply bawang merah di banyak pasar di Pangkalpinang, pasca-lebaran membuat harga bawang merah condong bertambah. Harga bawang merah di Pasar Atrium Pangkalpinang, kira-kira di antara Rp 55.000 – Rp 60.000 per kg

(https://bangka.mimbarnews.com/2013/08/13/harga-bawang-merah-lokal-masih-tinggi).

Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, karena tingginya cucur hujan di wilayah sentral produksi, diprediksi import bawang merah yang bisa masuk tempat Indonesia sampai 10.000 ton. Berdasar data Kemendag, harga bawang merah terus memberikan trend peningkatan harga. Rerata bulan Juli, harga bawang merah nasional menggapai Rp 35.086 per kg, atau naik 19% apabila ketimbang Juni senilai Rp 29.456 per kg (https://bangka.podiumnews.com/2013/08/02/bulan-ini-10000-ton-bawang-merah-impor-masuk-pasar).

Tubuh Litbang Pertanian sejak mulai beberapa tahun lalu sudah mendatangkan beragam type Varietas Unggul Anyar (VUB) bawang merah, antara lain Maja (kapasitas 10,9 ton/ha, sesuai untuk daratan rendah), Kuning (kapasitas 21,39 ton/ha, pas untuk daratan rendah), Bima Brebes (kekuatan 9,9 ton/ha, sesuai untuk daratan rendah), Katumi (kekuatan 24,1 ton/ha, sesuai untuk daratan medium), Sembrani (kapasitas 24 ton/ha, pas untuk daratan rendah sampai medium), Mentes (kapasitas 27,58 ton/ha) (R. Sinaga et all, 2011).

TEKNIK BUDIDAYA

Penyiapan bibit

Bawang merah yang diputuskan merupakan varietas yang adaptive sama ukuran kecil atau sedang.

Ukuran umbi bibit yang maksimal merupakan 3 – 4 gr/umbi.

Umbi bibit yang bagus yang sudah diletakkan 2 – tiga bulan serta umbi masihlah dalam ikatan (umbi masih tetap ada daunnya)

Umbi bibit mesti sehat, disinyalir dengan wujud umbi yang solid (tidak keropos), kulit umbi tidak cidera (tak terkupas atau berkilau)

Benih dicelup dengan larutan Hormon Organik satu hari saat sebelum tanam waktu 10 menit.

Selesai bibit ditiriskan, lalu diberi rata dengan 1 balut (100 gr) agensia hayati memiliki bahan aktif Gliocladium + Trichoderma (Hendrata dan Murwati, 2008).

Saat sebelum dijalankan penanaman, ujung umbi bawang merah dipotong 1/3 sisi atau sesuai sama kepentingan (Hendrata et all, 2005).

Penyiapan tempat

Pemrosesan tanah dikerjakan untuk membuat situasi susunan tanah dan aerasi yang lebih bagus.

Semestinya tanah diratakan lebih dahulu lalu dibikin jalan buat penyiraman dengan lebar ± 50 cm.

Area diproses dengan kedalaman ± 30 cm lalu dikasih gabungan kotoran sapi masak (2,5 ton/ha) + agensia hayati memiliki bahan aktif Gliocladium + Trichoderma.

Sesudah itu didiamkan waktu 1 minggu.

Penanaman

Awal kalinya tanah dibasahi dahulu lalu dibikin lubang yang telah ditata jarak tanamnya.

Bibit ditanamkan pada kondisi berdiri.

Penanaman seharusnya gak boleh sangat dalam, cukup ditutup tipis dengan tanah/pasir.

Jarak tanam yang dipakai 20 x 20 cm pada jumlah bibit sekitar 1 bibit per lubang.

PEMELIHARAAN

Penyiraman

Penyiraman bisa dilaksanakan dengan gembor atau selang besar, dijalankan 2x satu hari (sore dan pagi) atau sama sesuai keadaan tanah/tanaman terpenting sesudah hujan atau turun embun buat mengelit penebaran penyakit Alternaria porii (trotol).

Kunci dari penyiraman yaitu berikan air dengan baik di tanaman hingga tanaman tak layu atau sebelumnya tanaman alami stress.

Penyiangan

Penyiangan baiknya dijalankan pada keadaan gulma masih kecil, bila sudah besar cukup dipotong dengan sabit, tak boleh ditarik supaya tidak menghancurkan akar bawangnya.

Penyiangan dilaksanakan 2x : 7 – 10 hst dan 30 – 35 hst, bergantung keadaan dan keadaan ataupun waktu umbi pecah

Pengontrolan Hama dan Penyakit

Pada intinya buat menangani gempuran OPT pakai rancangan PHT, pestisida kimia bisa dipakai menjadi opsi paling akhir.

1. Bintik Ungu (Alternaria porii (ELL) Cif.

Karena gempuran :

– Daun bawang kering serta mati

– Umbi yang berwujud tidak prima (kecil – kecil)

Tanda-tanda gempuran:

– Bintik kecil, celung

– Warna putih sampai kelabu

– Apabila menjadi membesar bintik seperti membuat cincin

Pengontrolan tekhnis :

– Penyemprotan bersama air bersih pada tanaman selesai turun hujan

Pengaturan kimia:

– Program fungisida memiliki bahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion.

Pengontrolan biologi :

– Program agensia hayati bahannya aktif Gliocladium dan Trichoderma.

2. Bintik daun Cercospora (Cercospora duddiae)

Karena gempuran :

– Berlangsung klorosis di daun

Tanda-tanda gempuran:

– Bintik klorosis, bundar, punya warna kuning

– Ada di ujung daun

Pengontrolan kimia:

– Program fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion

3. Busuk Daun (Peronospora destructor)

Karena gempuran :

– Daun kering dan mati

Tanda-tanda gempuran :

– Waktu tanaman mulai membuat umbi di cuaca yang cukup lembab jadi tanda-tanda gempuran dapat berbentuk bintik hijau pucat serta sesudah itu beralih menjadi kapang.

Pengontrolan tehnis :

– Penyemprotan beserta air bersih setelah hujan atau waktu pagi hari saat sebelum matahari muncul

Pengontrolan kimia :

– Program fungisida bahannya aktif metalaksil serta tebu konazold.

Pengaturan biologi :

– Program agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium serta Trichoderma.

4. Rebah bibit (Phytium debaryanum Hesse)

Gara-gara gempuran :

– Tanaman yang baru tumbuh dapat busuk serta mati

Tanda-tanda gempuran :

– Bibit di persemaian busuk, rebah dan sesudah itu dapat mati

Pengontrolan tekhnis :

– Jaga kelembapan di sekitar persemaian supaya tidaklah terlalu tinggi

Pengaturan kimia :

– Terapan bakterisida

Pengontrolan biologi :

– Terapan agensia hayati bahannya aktif Gliocladium dan Trichoderma.

5. Ulat (Spodophtera exigua)

Gara-gara gempuran :

– Daun tanaman jadi putus-putus atau robek dan hancur

Tanda-tanda gempuran :

– Ada telur ulat di sekeliling tanaman

– Daun kalau diteropong kelihatan sisa dikonsumsi ulat

Pengaturan tekhnis :

– Memangkas daun yang terkena dan dibuang di posisi yang jauh.

Pengontrolan kimia :

– Program insektisida yang memiliki bahan aktif Klorpirifos, Tebufenosida.

Pengontrolan biologi :

– Terapan agensia hayati yang memiliki bahan aktif SE-NPV (Spodophtera Exigua-Nuclear Polyhedrosis Virus).

Thrips bisa dikasihkan agensia hayati Beauveria bassiana (BVR) jumlah 100 gr buat 1000 m.

Pemupukan

Tanaman bawang merah dipupuk dengan : Urea 150 kg/ha, ZA 200 kg/ha, SP36 150 kg/ha, KCl 150 kg/ha. Pemupukan dikasihkan 2x adalah usia 7 hst 1/3 sisi dan 2/3 sisi diberi pada usia 30 hst.

Tanaman seharusnya ditambah lagi dengan Pupuk Organik Padat (POP) jumlah 1 sdm untuk 1 gembor kemampuan 10 liter, jumlah pupuk kimia dikurangkan sepertiganya.

Usia 7 hst tanaman disemprotkan Pupuk Organik Cair (POC) jumlah 4 – 5 tutup per tungku, setiap 7 – 10 hari sekali sampai 50 hst. Mulai 30 hst tanaman disemprotkan dengan hormon organik jumlah 2 tutup per drum.

PANEN

Panen dikerjakan waktu tanaman usia di antara 60 – 63 hst, bergantung varietasnya.

Tanaman siap panen diidentikkan dengan 60% komunitas dari seluruhnya tanaman, daun tanamannya udah rebah, daun-daunnya jadi kering, umbi tersembul di atas tanah, leher tangkai semu jikalau didesak lunak atau mungkin tidak keras.

Panen dikerjakan saat udara ceria.

Seluruhnya tanaman ditarik secara berhati-hati dengan tangan supaya tak ada umbi yang ketinggalan dalam tanah (Hendrata et al, 2014).